Arsip Bulanan: Maret 2015

Sing: Big Big World

Gadis suka lagu ini sejak kelas 2 SMP. Saat itu, she’s fallin in love for the 1st time. Dia jatuh cinta monyet2an dengan kakak kelasnya, pemain basket, tinggi atletis & tampan. Ja’far Rafsanjani namanya.

Dulu Gadis suka denger lagu ini pake walkman Sony miliknya di kantin yang menghadap lapangan basket sambil liat dia latihan.

Sampai saat ini masih lekat banget di memori Gadis gimana rasanya cewek cupu yang satu ini jatuh cinta ke Ja’far saat itu.

Sekarang, Gadis kembali suka banget dengerin lagu ini. Liriknya dalem, versi asli lagunya juga enak didenger.

Bagi Gadis, lagu ini sekarang semacam pelipur lara, mungkin? Cara memgobati luka hati dari dalam.

Jadi inget bbm seorang temen Gadis siang tadi. She said: Breaking up is the hardest, but falling in love again is the best feeling ever.

Yeah, Gadis mengamini ucapannya itu.

Lagunya enak, Buat Gadis sih, seolah berkisah  tentang seorang perempuan yang ditinggal pergi kekasih yang amat dicintainya.

Perempuan itu sendiri sebenarnya yakin bahwa dirinya akan baik-baik saja meski ditinggal pergi. Namun ia tidak menampik, ada masa-masa di mana ia merasa begitu kesepian dan kehilangan kekasihnya itu.

Namun demikian, hal-hal itulah yang membuatnya menjadi “Big big girl in the big big world”.

But well, terlepas dari apapun itu, asli lagu ini enak banget didenger. Apalagi versi aslinya.

Emilia – Big Big World

🎧I’m a big big girl
In a big big world
It’s not a big big thing if you leave me
But I do do feel
That I do do will
Miss you much
Miss you much

I can see the first leafs falling
It’s all yellow and nice
It’s so very cold outside
Like the way I’m feeling inside

Outside it’s no raining
And tears are falling from my eyes
Why did it have to happen
Why did it all have to end

I have your arms around me
Warm like fire
But when I open my eyes
Your gone🎧

Jakarta, Selasa 17 Maret 2015

Gadis Ikrolilah

Iklan

Fragmen: Menungu “dia”

image

Neti, sahabat Gadis kemarin sore bilang, ” Apapun yang kamu pilih, pastikan kamu siap untuk total dengan pilihan kamu. Ambil resikonya, nikmati rewardnya someday”.

Yang pasti, kata Neti, jangan memilih dengan gegabah & jangan menyakiti orang lagi.

Mulanya mungkin akan merasa insecure. Tapi kalau bisa konsisten dan bertahan, rewardnya juga pasti setimpal.

Semua udah ada jalurnya sendiri 😁😁

Pada akhirnya Gadis memilih untuk menunggu “dia”. “Dia” yang Gadis sendiri belum tahu siapa, kapan akan ketemu, dan gimana cara ketemunya.

Nggak menutup kemungkinan “dia” itu someone dari masa lalu, tapi bukan nggak mungkin “dia” itu someone yang bener-bener baru. Gadis sendiri beneran nggak tau.

Yang Gadis tau, one fine day, Gadis akan bertemu dengan “dia” dengan cara terbaik.

Sambil nunggu “dia” dateng, kenapa enggak jalani hobi aja, jalan, nonton, nulis, moto. Sampe ketemu “dia” & bisa share hobi.

Sambil nunggu “dia” dateng, kenapa enggak persiapkan diri jadi perempuan terbaik. Perbaikin diri, fisik, akhlak, karir, & attitude. Supaya ketika si “dia” dateng, Gadis bisa memberikan semua yang terbaik buat “dia” seorang sampai ajal memisahkan.

Ngomongnya gampang, nulisnya juga gampang. Yang susah jalaninnya. But Gadis not become an Aries for nothing. Aries suka menantang diri & memastikan dirinya bisa lebih baik lagi. Begitu juga dengan Gadis.

Mungkit pahit & sakit yang kemarin emang harus terjadi. Itu jadi semacam “harga” yang harus dibayar untuk pembelajaran hidup yang bisa membuat Gadis lebih bijak dalam berpikir dan bersikap.

Yep! Gadis, si-yang-akan-menjadi-24 berterimakasih kepada pahit & sakit yang kemarin. Terlepas dari apapun itu.

image

Jakarta, Senin 16 Maret 2015

Gadis Ikrolilah

Fragmen: Lift Graha Pena Jakarta

image

Gadis baru keluar dari lift di kantornya, Graha Pena Lantai 9, Jakarta. Wajahnya tampak sumringah menahan senyum sendirian.

Gadis merasa tergelitik senyum sedari tadi, saat menunggu lift di lantai basement parkiran.

Bagi Gadis, cinta tak ubahnya lift di kantornya ini, Graha pena.

Ada dua lift berjejer, kanan dan kiri. Di tengahnya ada satu tombol bersama untuk naik atau turun.

Baca lebih lanjut

Fragmen: Lanang

488087_437018756343469_296573629_nDi sore kemarin, Gadis terisak dalam. Hatinya hancur, sang Bunda pun mengkhawatirkan.

Tapi tak lama, seseorang tiba-tiba seseorang datang. Menampung air mata Gadis. Memapahnya untuk kembali berdiri. Gadis menoleh, tampak tak asing bagi Gadis. Sosok laki-laki itu, Lanang. Laki-laki yang sempat disakiti Gadis dengan pengkhianatan.

Baca lebih lanjut

Fragmen: Harmoni

… KauAmel Love membuatku mengerti hidup ini. Kita terlahir bagai selembar kertas putih. Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai dan terwujud harmoni… Padi-Harmoni

LAGU itu terus diputar oleh Gadis dari playlist di Samsung Mega miliknya. Sudah hampir satu jam lagu itu terus berkali-kali diputar dan melantun merdu di telinga Gadis.

Sambil meneguk segelas Iced Hazelnute Chocolate di J.CO Gandaria City Jakarta sore itu, Gadis mencoba kembali menemukan rasa dan makna dari lagu yang pernah punya kenangan mendalam di hidupnya itu.

Pikiran Gadis melayang ke masa hampir dua tahun yang lalu. Tahun 2013 tepatnya, di mana ia dan Lanang mendengarkan lantunan suara Fadli Padi di lagu Harmoni itu bersama-sama di sebuah kafe di bilangan Kemang Jakarta Selatan.

Baca lebih lanjut